You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Warga Kenari Manfaatkan Turab Kali Ciliwung Jadi Lahan Tabulampot
photo Maulana Khamal Macharani - Beritajakarta.id

Hijaunya Bantaran Kali Ciliwung Lama

Warga di Jalan Inspeksi Kenari, RT 15/04, Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat, memanfaatkan lahan sepanjang 30 meter di bantaran Sungai Ciliwung Lama untuk melakukan pertanian dengan metode tanaman buah dalam pot (Tabulampot).

Inisiatif warga ini dimulai sejak tahun 2014

"Inisiatif warga ini dimulai sejak tahun 2014," ujar M Nuh, Ketua RT 15/04, Kelurahan Kenari, Kamis (7/3).

Ia menjelaskan, selain membuat lingkungan lebih hijau dan asri, kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai upaya untuk mengajak warga tidak membuang sampah ke sungai.

5 Kilogram Pare Dipanen dari RPTRA Jaya Molek

"Ini juga menjadi penanda batas agar anak-anak tidak bermain di tepian sungai karena bisa membahayakan," terangnya.

Nuh menambahkan, sebanyak 30 pot ditanami beragam tanaman buah-buahan seperti, jambu biji, jambu jamaika, belimbing dan mangga. 

"Kami juga menambah media rambat untuk anggur merah, markisa dan blewah," ungkapnya. 

Sementara, salah seorang warga sekaligus pengelola lahan tani Tabulampot, Royani (60) menuturkan, seluruh buah yang dipanen belum sampai untuk dijual.

"Kalau ada buah yang sudah matang bisa dipetik biasanya kita bagikan untuk warga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12142 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1364 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1342 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1009 personBudhi Firmansyah Surapati